Beribadah dengan setulus hati ....... Semoga beribadahnya bermanfaat




Jumat, 05 Oktober 2012

pengertian backup, recovery,downtime

Posted by Dona Indra P on 17.36

BACKUP , RECOVERY DAN DOWNTIME
 
 
Backup : proses secara periodik untuk mebuat duplikat dari database dan melakukan logging file (atau program) ke media penyimpanan eksternal.
 
 
 
Recovery : merupakan u BACKUP , RECOVERY DAN DOWNTIME
 
 
Backup : proses secara periodik untuk mebuat duplikat dari database dan melakukan logging file (atau program) ke media penyimpanan eksternal.
 
 
 
Recovery : merupakan upaya uantuk mengembalikan basis data ke keadaaan yang dianggap benar setelah terjadinya suatu kegagalan.
3 Jenis Pemulihan :
Pemulihan terhadap kegagalan transaksi : Kesatuan prosedur alam program yang dapat mengubah / memperbarui data pada sejumlah tabel.
Pemulihan terhadap kegagalan media : Pemulihan karena kegagalan media dengan cara mengambil atau memuat kembali salinan basis data (backup)
Pemulihan terhadap kegagalan sistem : Karena gangguan sistem, hang, listrik terputus alirannya.
Fasilitas pemulihan pada DBMS :
Mekanisme backup secara periodik
fasilitas logging dengan membuat track pada tempatnya saat transaksi berlangsung dan pada saat database berubah.
fasilitas checkpoint, melakukan update database yang terbaru.
 
manager pemulihan, memperbolehkan sistem untuk menyimpan ulang database menjadi lebih konsisten setelah terjadinya kesalahan.
Teknik Pemulihan :
defered upate / perubahan yang ditunda : perubahan pada DB tidak akan berlangsung sampai transaksi ada pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan operasi redo untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
Immediate Upadate / perubahan langsung : perubahan pada DB akan segera tanpa harus menunggu sebuah transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang telah disetujui sebelum terjadi kegagalan.
Shadow Paging : menggunakan page bayangan imana paa prosesnya terdiri dari 2 tabel yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yang menyimpan semua perubahan ke database, tabel bayangan akan digunakan jika terjadi kesalahan. Keuntungannya adalah tidak membutuhkan REDO atau UNDO, kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pengertian Dan Jenis Downtime Hosting.
 
 
 downtime hosting adalah keadaan dimana web anda tidak bisa diakses dalam waktu tertentu. Tetapi sesuai judul yang saya berikan diatas Pengertian Dan Jenis Downtime Hosting bahwa downtime ini memiliki beberapa jenis yang perlu diketahui, mungkin sampai saat ini anda hanya memahami bahwa web anda mengalami downtime saat tidak bisa diakses.
 
Berikut ini adalah beberapa Jenis Downtime Hosting yang perlu anda ketahui, dalam menggeluti dunia informatika, web development dan blogging :
    Planned Downtime (downtime terencana) Sesuai namanya, downtime yang akan dialami pelanggan sudah direncanakan sebelumnya. Misalkan ketika sebuah perusahaan hosting akan mengupgrade hardware server atau me-restart server karena ada upgrade software yang membutuhkan restart.
    Semi Planned Downtime (downtime semi terencana) Semi Planned Downtime biasa dilakukan karena secara mendadak namun terorganisir. Misalkan web server yang digunakan memiliki versi PHP 4.x.x dan ternyata versi tersebut memiliki lubang keamanan. Maka dilakukanlah upgrade versi PHP dan selama upgrade tersebut kemungkinan layanan akan terganggu selama beberapa menit saja.
    Unplanned downtime (downtime tidak direncana) Unplanned downtime biasanya disebabkan karena server overloaded kemudian mengalami hang atau beberapa masalah terjadi pada kinerja hardware seperti misalkan modul RAM rusak atau ethernet mati.
 
 
Dengan demikian anda sekarng tahu tentang Pengertian Dan Jenis Downtime Hosting dan bagaimana downtime tersebut bisa terjadi karena ada beberapa hal. Semoga berguna dan bermanfaat serta sekian postingan saya kali ini tentang Pengertian Dan Jenis Downtime Hosting.paya uantuk mengembalikan basis data ke keadaaan yang dianggap benar setelah terjadinya suatu kegagalan.
3 Jenis Pemulihan :
Pemulihan terhadap kegagalan transaksi : Kesatuan prosedur alam program yang dapat mengubah / memperbarui data pada sejumlah tabel.
Pemulihan terhadap kegagalan media : Pemulihan karena kegagalan media dengan cara mengambil atau memuat kembali salinan basis data (backup)
Pemulihan terhadap kegagalan sistem : Karena gangguan sistem, hang, listrik terputus alirannya.
Fasilitas pemulihan pada DBMS :
Mekanisme backup secara periodik
fasilitas logging dengan membuat track pada tempatnya saat transaksi berlangsung dan pada saat database berubah.
fasilitas checkpoint, melakukan update database yang terbaru.
 
manager pemulihan, memperbolehkan sistem untuk menyimpan ulang database menjadi lebih konsisten setelah terjadinya kesalahan.
Teknik Pemulihan :
defered upate / perubahan yang ditunda : perubahan pada DB tidak akan berlangsung sampai transaksi ada pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan operasi redo untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
Immediate Upadate / perubahan langsung : perubahan pada DB akan segera tanpa harus menunggu sebuah transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang telah disetujui sebelum terjadi kegagalan.
Shadow Paging : menggunakan page bayangan imana paa prosesnya terdiri dari 2 tabel yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yang menyimpan semua perubahan ke database, tabel bayangan akan digunakan jika terjadi kesalahan. Keuntungannya adalah tidak membutuhkan REDO atau UNDO, kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pengertian Dan Jenis Downtime Hosting.
 
 downtime hosting adalah keadaan dimana web anda tidak bisa diakses dalam waktu tertentu. Tetapi sesuai judul yang saya berikan diatas Pengertian Dan Jenis Downtime Hosting bahwa downtime ini memiliki beberapa jenis yang perlu diketahui, mungkin sampai saat ini anda hanya memahami bahwa web anda mengalami downtime saat tidak bisa diakses.
 
Berikut ini adalah beberapa Jenis Downtime Hosting yang perlu anda ketahui, dalam menggeluti dunia informatika, web development dan blogging :
    Planned Downtime (downtime terencana) Sesuai namanya, downtime yang akan dialami pelanggan sudah direncanakan sebelumnya. Misalkan ketika sebuah perusahaan hosting akan mengupgrade hardware server atau me-restart server karena ada upgrade software yang membutuhkan restart.
    Semi Planned Downtime (downtime semi terencana) Semi Planned Downtime biasa dilakukan karena secara mendadak namun terorganisir. Misalkan web server yang digunakan memiliki versi PHP 4.x.x dan ternyata versi tersebut memiliki lubang keamanan. Maka dilakukanlah upgrade versi PHP dan selama upgrade tersebut kemungkinan layanan akan terganggu selama beberapa menit saja.
    Unplanned downtime (downtime tidak direncana) Unplanned downtime biasanya disebabkan karena server overloaded kemudian mengalami hang atau beberapa masalah terjadi pada kinerja hardware seperti misalkan modul RAM rusak atau ethernet mati.
 
 
Dengan demikian anda sekarng tahu tentang Pengertian Dan Jenis Downtime Hosting dan bagaimana downtime tersebut bisa terjadi karena ada beberapa hal. Semoga berguna dan bermanfaat serta sekian postingan saya kali ini tentang Pengertian Dan Jenis Downtime Hosting.

0 komentar:

Poskan Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site